Aura Masyayikh, Teknologi & Kesejahteraan Santri Pondok Pesantren Sidogiri

 Aura Masyayikh, Teknologi & Kesejahteraan Santri  Pondok Pesantren  Sidogiri

Farahdilla Kutsiyah & Ummu Kulsum















Aura Masyayikh, Teknologi & Kesejahteraan Santri  Pondok Pesantren  Sidogiri

Penulis : Farahdilla Kutsiyah & Ummu Kulsum

    Pondok Pesantren Sidogiri adalah salah satu pesantren tertua dan terbesar di Indonesia. Lembaga ini tetap memegang teguh warisan para masyayikh yakni ahlusunnah wal jamaah dengan penekanan terhadap penguasaan kitab klasik. Sungguhpun begitu, meskipun Sidogiri termasuk klasifikasi pesantren salaf, lembaga ini juga tergolong sebagai pondok pesantren modern. Alasannya, Sidogiri memiliki banyak keunikan dan keistimewaan dibandingkan dengan lembaga pendidikan sejenis. Pertama, mendirikan lembaga ekonomi yakni koperasi pondok pesantren sidogiri yang mampu menopang sebagian besar biaya operasional pendidikan santri dengan manajeman jujur & profesional. Kedua, sistem pendidikannya mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ketiga, keteladanan para masyayikh —perjuangan, keikhlasan, niat,  dan cita-cita luhur, serta sifat tawadduk, khumul dan istikamah. Keempat, mengedepankan modal sosial dalam mendukung tugas, baik di bidang pendidikan, dakwah, ekonomi dan hukum. Kelima, mencetak santri menjadi wirausahawan (santri entrepreneur). Keenam, memadukan dakwah bil lisan dengan dakwah bil hal. Ketujuh, kepemimpinan kolektif dengan struktur kepengurusan sistematis dan pembagian tugas yang jelas.  Menginjak di usianya yang ke 300 tahun, tata kelola Pondok pesantren Sidogiri memiliki banyak nilai plus sehingga dapat menjadi panutan bagi pesantren khususnya pesantren salaf.

    Adapun alasan yang mendasari penulisan buku ini, merujuk data Departemen Agama menyebutkan pada 1977 jumlah pesantren sekitar 4.000an dengan jumlah santri mendekati 700 ribu. Jumlah ini mengalami peningkatan tahun 2001 sudah mencapai 11.312 buah dengan santri sebanyak 2.737.805 orang. Dua puluh tahun kemudian yakni tahun 2026 mendekati 40.000 pondok pesantren dengan 5 juta santri. Jumlah yang sangat besar, tidak salah, sejarawan Islam Indonesia, Zamakhsyari Dhofir, menyebut Indonesia sebagai ‘Negara Santri’. Dengan proporsi negara Indonesia memiliki lembaga pendidikan pesantren terbesar di dunia dan pelaksanaan pemerintahannya banyak dikendalikan oleh alumni pesantren yang tersebar di seluruh tanah air. Berangkat dari hal tersebut, tata kelola Pondok pesantren Sidogiri disajikan oleh penulis, karena Lembaga ini memiliki banyak nilai plus khususnya di bidang ekonomi sehingga dapat menjadi contoh bagi pesantren khususnya pesantren salaf.


Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال