KAMUS BAHASA MEDIA SOSIAL
Literasi Digital Untuk Santri, Mahasiswa dan Dai di Era Artificial Intelligence
Ahmad Zainuddin
KAMUS BAHASA MEDIA SOSIAL
Literasi Digital Untuk Santri, Mahasiswa dan Dai di Era Artificial Intelligence
Prolog : Dr. Mohammad Makinuddin, M.Pd.I
Penulis : Ahmad Zainuddin
Editor : Dr. Bahru Rosyadi Amrullah, M.Pd.I
Ringkasan Buku
Kamus Bahasa Media Sosial: Literasi Digital untuk Santri, Mahasiswa, dan Dai di Era Artificial Intelligence merupakan buku yang hadir untuk membantu pembaca memahami perkembangan bahasa, istilah, dan ekosistem komunikasi digital yang semakin memengaruhi kehidupan sehari-hari. Perkembangan media sosial dan kecerdasan buatan telah melahirkan beragam istilah baru yang tidak selalu mudah dipahami, padahal pemahaman terhadap bahasa digital menjadi bagian penting dari kecakapan bermedia di era modern.
Buku ini disusun dalam beberapa bagian yang saling berkaitan. Bagian awal memperkenalkan konsep dasar media sosial, berbagai platform digital, bahasa populer dalam percakapan sehari-hari, serta ekosistem media sosial. Selanjutnya, pembaca disajikan Kamus Bahasa Media Sosial yang memuat istilah-istilah digital dalam bahasa Inggris dan Indonesia beserta definisinya secara alfabetis. Buku ini juga dilengkapi Kamus AI yang membahas istilah-istilah kecerdasan buatan yang berkaitan dengan media sosial dan komunikasi digital.
Tidak berhenti pada pengenalan istilah, buku ini menghadirkan bagian Menjadi Santri Digital yang secara khusus mengaitkan literasi digital dengan kehidupan santri, mahasiswa, dan dai. Bagian ini membahas peluang media sosial sebagai ruang dakwah, kreativitas, pengembangan pengetahuan, pemberdayaan, hingga kemandirian ekonomi. Pembaca juga diajak memahami pentingnya membangun jejak digital yang positif dan menjadikan teknologi sebagai sarana menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat.
Dengan bahasa yang sederhana, praktis, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, buku ini dapat menjadi referensi bagi santri, mahasiswa, dai, pendidik, maupun masyarakat umum yang ingin memahami bahasa dan budaya komunikasi digital. Pada akhirnya, buku ini menegaskan bahwa kecakapan teknologi perlu berjalan beriringan dengan kemampuan berpikir kritis, etika komunikasi, tanggung jawab, serta nilai-nilai keislaman agar ruang digital tidak hanya menjadi tempat berbagi informasi, tetapi juga menjadi ruang belajar, berdakwah, berkarya, dan membangun peradaban.

Order Via Shopee